INDRAGIRI HILIR (PNC Group) – Insiden ledakan pipa gas milik PT Trans Gas Indonesia (TGI) terjadi di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, pada Jumat (02/01/2026) sore, mengakibatkan sedikitnya sepuluh orang warga mengalami luka dan menimbulkan kepanikan di sekitar lokasi kejadian.
Kapolres Inhil AKBP Farouk Oktora menyampaikan bahwa dari sepuluh korban, enam orang mengalami luka bakar cukup serius. Sementara empat lainnya menderita luka ringan akibat terjatuh saat berusaha menjauh dari lokasi ledakan.
“Para korban sudah dievakuasi dan mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat,” kata Farouk, Sabtu (03/01/2026), dikutip dari media center riau.
Selain menimbulkan korban luka, ledakan pipa gas tanam tersebut juga menyebabkan kerusakan material yang tidak sedikit. Sedikitnya lima unit truk dan lima sepeda motor yang terparkir di kios sepanjang Jalan Lintas Sumatera ludes terbakar akibat jaraknya yang berdekatan dengan titik ledakan.
Api juga menghanguskan tiga bangunan usaha milik warga, yakni bengkel tambal ban, tempat cuci motor, serta bangunan penampungan buah kelapa sawit. Beruntung, kobaran api tidak meluas hingga ke permukiman warga yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi pipa bocor.
Demi keselamatan, arus lalu lintas penghubung Provinsi Riau dan Jambi sempat ditutup total saat semburan api masih terjadi. Namun, setelah kondisi dinyatakan aman, jalur tersebut kembali dibuka.
“Situasi sudah terkendali dan lalu lintas di jalur lintas timur Sumatera kini kembali normal,” jelasnya.
Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto mengungkapkan, kejadian bermula sekitar pukul 16.00 WIB saat warga mendengar suara ledakan keras. Tak lama kemudian, api menyembur hingga mencapai ketinggian sekitar 15 meter akibat kebocoran pipa gas bawah tanah.
Petugas kepolisian dari Polsek Kemuning dan Polres Inhil segera melakukan pengamanan lokasi serta mengimbau masyarakat untuk menjauh dari area berbahaya. Bersama pihak teknis terkait, aliran gas langsung disekat guna menghentikan semburan api.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Inhil AKP Budi Winarko menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab pasti kebocoran pipa gas tersebut.
“Penyelidikan masih berjalan untuk mengetahui apakah kejadian ini disebabkan faktor teknis atau adanya unsur kelalaian,” pungkasnya. (***)











