BeritaDaerah

Pipa Gas PT TGI Kembali Meledak, Merusak Lima Rumah Warga di Inhu

60
×

Pipa Gas PT TGI Kembali Meledak, Merusak Lima Rumah Warga di Inhu

Sebarkan artikel ini
Foto : Lokasi ledakan pipa gas bawah tanah milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.
Foto : Lokasi ledakan pipa gas bawah tanah milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau.

INDRAGIRI HULU (PNC Group) – Insiden ledakan pipa gas bawah tanah milik PT Transportasi Gas Indonesia (TGI) terjadi di Desa Tani Makmur, Kecamatan Rengat Barat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, mengakibatkan lima rumah warga rusak.

Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar menyampaikan bahwa ledakan terjadi pada Jumat (09/01/2026) sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.

“Ledakan berasal dari pipa gas yang tertanam di dalam tanah,” ujar Fahrian dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/01/2026), seperti dilansir dari media center riau.

Menurutnya, tidak seperti kejadian serupa yang pernah terjadi di Kabupaten Indragiri Hilir, ledakan kali ini tidak disertai kobaran api. Saat kejadian, wilayah tersebut diguyur hujan.

“Dugaan sementara, ledakan disebabkan adanya kebocoran pada pipa gas,” jelasnya.

Fahrian memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, dampak ledakan cukup signifikan hingga menyebabkan kerusakan pada rumah warga.

Adapun rumah yang terdampak diketahui milik Ahmad Hojali, Supriyanto, Aan, Adi, serta Edi Tamsil. Dari kelima rumah tersebut, bangunan milik Ahmad Hojali mengalami kerusakan paling parah karena berada paling dekat dengan jalur pipa gas.

“Daya ledakan sangat kuat, tanah hasil ledakan bahkan terpental dan menghantam rumah warga,” ungkap Fahrian.

Pasca kejadian, PT TGI langsung menutup aliran gas di lokasi serta melakukan penanganan awal. Aparat kepolisian yang turun ke tempat kejadian juga menemukan lubang besar dan cukup dalam di area ledakan.

Saat ini, pihak perusahaan tengah melakukan perbaikan serta berkoordinasi dengan warga yang terdampak untuk membahas mekanisme ganti rugi.

“Pihak perusahaan telah berkomunikasi langsung dengan warga guna mencari solusi penyelesaian,” tutup Fahrian. (***)