BeritaRiau

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas di Konsesi PT RAPP, Kepala Hilang, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

7
×

Gajah Sumatera Ditemukan Tewas di Konsesi PT RAPP, Kepala Hilang, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan

Sebarkan artikel ini
Foto : Gajah Sumatera yang tewas tanpa kepala di Kabupaten Pelalawan.
Foto : Gajah Sumatera yang tewas tanpa kepala di Kabupaten Pelalawan.

PELALAWAN (PNC Group) – Warga Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau, digemparkan dengan penemuan seekor gajah sumatra dalam kondisi tidak bernyawa di kawasan hutan konsesi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Desa Lubuk Kembang Bunga.

Laporan warga tersebut segera ditindaklanjuti aparat kepolisian. Polres Pelalawan bersama tim gabungan lintas instansi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengumpulkan bukti awal guna mengungkap penyebab kematian satwa dilindungi itu.

Saat ditemukan, kondisi gajah sangat memprihatinkan. Bangkai gajah berada di area konsesi perusahaan kayu akasia, dengan posisi duduk dan bagian kepala yang diduga telah terpotong atau hilang.

Kasat Reskrim Polres Pelalawan, AKP I Gede Yoga Eka Pranata, mengatakan temuan tersebut mengindikasikan adanya dugaan kuat tindak pidana terhadap satwa liar yang masuk kategori dilindungi undang-undang.

“Gajah ditemukan dalam kondisi tidak utuh, bagian kepala sudah tidak ada. Saat ini kami masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab kematiannya,” ujar Yoga, Kamis (05/02/2026).

Untuk memastikan penyebab kematian, tim gabungan yang melibatkan Reskrim Polres Pelalawan, Polsek Ukui, Ditkrimsus Polda Riau, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau telah melakukan nekropsi pada Rabu (04/02/2026).

Proses medis dan forensik tersebut dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya racun, luka akibat kekerasan, maupun faktor lain yang menyebabkan kematian gajah tersebut.

Selain itu, Tim Bidlabfor Polda Riau yang dipimpin Iptu Imam Yusuf Hanura turut mengamankan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi. Sampel tanah di area penemuan bangkai diambil untuk diuji di laboratorium guna mengetahui ada tidaknya zat kimia berbahaya atau unsur mencurigakan lainnya.

“Penyelidikan masih terus kami kembangkan, termasuk pemeriksaan saksi tambahan dan pendalaman hasil olah TKP,” tambah Yoga.

Ia menegaskan pihak kepolisian berkomitmen mengusut tuntas kasus ini dan memburu pelaku yang bertanggung jawab atas kematian gajah sumatra tersebut. Kepolisian juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dan satwa liar.

Masyarakat diminta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau dugaan tindak pidana kehutanan, baik melalui kantor kepolisian terdekat maupun layanan Call Center 110.

Penemuan bangkai gajah ini pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Winarno, yang melintas di kawasan tersebut pada Senin (02/02/2026) malam. Ia mencium bau busuk menyengat dari arah hutan sebelum akhirnya menemukan bangkai gajah dalam kondisi mengenaskan.

“Saya langsung melapor ke pihak keamanan setelah melihat kondisi gajah itu,” ujar Winarno. (***)