DUMAI (PNC Group) – Pemerintah Kota Dumai meraih Juara 3 Nasional kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri bersama detikcom. Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Dumai, H. Paisal, SKM, MARS, di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/04/2026).
Capaian ini menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam menekan tingkat pengangguran. Namun demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Dumai menunjukkan adanya dinamika dalam perkembangan ketenagakerjaan.
BPS mencatat jumlah pengangguran terbuka di Kota Dumai pada 2024 sebanyak 7.383 jiwa dan meningkat menjadi 7.636 jiwa pada 2025, atau bertambah 253 jiwa.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka (TPT) justru mengalami penurunan dari 7,38 persen menjadi 6,94 persen pada periode yang sama.
Kondisi ini secara statistik dapat terjadi ketika jumlah angkatan kerja meningkat lebih besar dibandingkan pertambahan jumlah pengangguran, sehingga persentase TPT menurun meskipun jumlah pengangguran secara absolut bertambah.
Wali Kota Dumai, H. Paisal, S.K.M., MA.R.S., menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membuka lapangan kerja.
“Ini adalah hasil kolaborasi semua pihak dalam menciptakan lapangan kerja dan memperbaiki iklim investasi di Kota Dumai,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kota Dumai, Hari Prasetyo, SST, M.Si, menjelaskan bahwa perbedaan antara angka absolut dan persentase merupakan hal yang umum dalam statistik ketenagakerjaan.
“Perbedaan itu terjadi karena jumlah penduduk dan angkatan kerja meningkat lebih tinggi dibandingkan laju penurunan TPT. Ini tetap positif, karena secara persentase turun,” katanya.
Penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Dumai tersebut mengacu pada indikator penilaian tertentu, termasuk capaian berbasis persentase. Di sisi lain, data jumlah pengangguran tetap menjadi bagian penting dalam melihat kondisi riil di lapangan.
Dengan demikian, capaian ini dapat dipandang sebagai kemajuan dalam indikator statistik, sekaligus menjadi perhatian untuk terus meningkatkan penyerapan tenaga kerja agar perkembangan persentase dan jumlah riil dapat berjalan lebih seimbang. (Vanche)











